SERANG – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah secara resmi membuka Sangga Nagara Festival 3 di Lapangan Rancanini, Kecamatan Padarincang, Kamis (15/10/2026). Festival yang berlangsung hingga 18 Oktober 2026 ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, mengusung semangat “500 Tahun Petani Menjaga Nusantara untuk Serang Bahagia.”
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan alam, menghargai perjuangan petani, serta melestarikan tradisi dan budaya yang tumbuh di tengah kehidupan masyarakat Kabupaten Serang. Festival ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas petani, pelaku seni budaya, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat luas dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Bupati Serang yang akrab disapa Ratu Zakiyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Sangga Nagara Festival. Ia secara khusus memberikan penghargaan kepada para petani yang tergabung dalam Jagatara atau Jaga Nusantara Bersama, panitia penyelenggara, pelaku seni budaya, serta jajaran aparatur pemerintah desa, kecamatan, dan Kabupaten Serang.
Menurutnya, penyelenggaraan festival tersebut merupakan hasil kerja sama dan semangat gotong royong berbagai elemen masyarakat. Ia mengaku bangga dapat kembali hadir dan membersamai kegiatan yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membawa pesan penting mengenai pelestarian alam, penghormatan terhadap tradisi, dan penguatan ketahanan pangan.
“Saya ingin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada petani, kemudian yang masuk ke dalam Jagatara atau Jaga Nusantara Bersama, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam menyelenggarakan Festival Sangga Nagara. Saya ingat betul ini adalah kali kedua saya hadir di sini untuk membersamai kegiatan Festival Sangga Nagara,” ujar Ratu Zakiyah.
Ia menegaskan, Sangga Nagara Festival memiliki makna lebih luas daripada sekadar perayaan kebudayaan. Kegiatan tersebut mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga hubungan dengan alam yang selama ini memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan manusia. Kesadaran tersebut diwujudkan melalui tradisi ruwat bumi sebagai bentuk ungkapan syukur atas karunia Tuhan, sekaligus penghormatan terhadap alam yang menjadi sumber penghidupan masyarakat, terutama para petani.
Bupati juga mengapresiasi hasil pertanian yang dibawa dan ditampilkan dalam festival sebagai gambaran nyata dari kerja keras petani dalam menyediakan kebutuhan pangan masyarakat. Menurutnya, keberadaan petani memiliki arti strategis bagi keberlangsungan kehidupan karena ketersediaan pangan sangat bergantung pada proses panjang yang dilakukan sejak pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen.
“Di sini tidak hanya kegiatan tentang bagaimana kita menjaga hubungan dengan alam, tetapi juga bagaimana kita mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepada kita. Salah satunya melalui upacara ruwat bumi, kemudian hari ini para petani telah memberikan hasil-hasil pertaniannya untuk kita semua,” ungkapnya.
Ratu Zakiyah menambahkan, keterlibatan pelaku UMKM dan berbagai unsur masyarakat menjadikan festival tersebut sebagai kegiatan bersama yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan oleh seluruh warga. Selain menjadi sarana pelestarian budaya, kegiatan ini juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan produk lokal, membangun jejaring, serta mengembangkan potensi ekonomi yang bersumber dari kekayaan daerah.
“Jadi kegiatan ini dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Semoga semuanya mendapatkan berkah dari kegiatan Sangga Nagara ini,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Serang turut menyoroti posisi Kabupaten Serang sebagai salah satu daerah lumbung padi utama di Provinsi Banten. Peran tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki kontribusi penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.
Ia menegaskan, keberhasilan menjaga ketahanan pangan tidak dapat dilepaskan dari peran petani sebagai pelaku utama produksi pangan. Oleh sebab itu, penghargaan terhadap petani perlu diwujudkan melalui dukungan nyata terhadap kegiatan pertanian, peningkatan produktivitas, dan penguatan kapasitas petani agar mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan kondisi lingkungan dan perkembangan kebutuhan pangan masyarakat.
“Tanpa petani, kita tidak mungkin bisa makan di meja masing-masing. Oleh karena itu, kehadiran saya di sini dalam rangka mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh petani-petani kita yang luar biasa dalam rangka menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah Kabupaten Serang,” tegasnya.
Sejalan dengan semangat peringatan Hari Pangan Sedunia, Ratu Zakiyah menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi antara petani, pelaku usaha pertanian, masyarakat, dan pemerintah agar ketersediaan pangan dapat terus dijaga serta kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Serang, lanjutnya, berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas lahan, pengembangan teknologi pertanian, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta penguatan kelembagaan petani. Berbagai langkah tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas kegiatan usaha tani, memperkuat kapasitas petani, dan mendorong pembangunan sektor pertanian yang lebih maju.
Komitmen tersebut juga menegaskan pentingnya menempatkan petani sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Dukungan terhadap sarana produksi, teknologi, dan kelembagaan perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kualitas lingkungan serta melestarikan pengetahuan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui Sangga Nagara Festival, masyarakat diajak untuk melihat bahwa pertanian tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan kebudayaan, lingkungan, dan kehidupan sosial. Nilai gotong royong, rasa syukur, penghormatan terhadap alam, serta penghargaan kepada petani merupakan bagian dari kekuatan sosial yang perlu terus dipelihara dalam membangun Kabupaten Serang.
Ratu Zakiyah juga mengingatkan bahwa Kabupaten Serang memiliki kekayaan seni, adat istiadat, dan nilai-nilai religius yang menjadi identitas masyarakat. Seluruh kekayaan tersebut perlu dijaga bersama agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam festival dapat menjadi inspirasi untuk terus berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Menutup sambutannya, Bupati Serang mengajak seluruh masyarakat untuk menikmati rangkaian kegiatan Sangga Nagara Festival dengan penuh kegembiraan, sekaligus menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung.
“Semoga semuanya berjalan dengan lancar dan saya mengajak seluruh pengunjung untuk menikmati rangkaian acara dengan penuh kegembiraan serta tetap menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya.
Pembukaan Sangga Nagara Festival 3 turut dihadiri Ketua Umum Jagatara Edy Koesriyadi, Ketua Harian Jagatara Mashudi, Ketua Dewan Pakar Jagatara Irjen Pol. (Purn.) Heru Pratondo, anggota Dewan Pembina Jagatara Komjen Pol. (Purn.) Yan Sultra dan Mayjen (Purn.) Ade Kurnianto, jajaran Jagatara, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Muspika Kecamatan Padarincang, serta Ketua Panitia Haris Munandar.
Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Serang berharap semangat menghargai petani, menjaga kelestarian alam, dan memperkuat kebersamaan masyarakat semakin tumbuh. Dengan dukungan berbagai pihak, sektor pertanian diharapkan terus menjadi salah satu pilar penting pembangunan daerah sekaligus penopang ketahanan pangan bagi masyarakat Kabupaten Serang dan wilayah sekitarnya. (Advertorial)



