SERANG – Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus memperkuat sektor pertanian dengan mendorong modernisasi sarana produksi dan meningkatkan produktivitas petani. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah mendistribusikan 44 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani (poktan) di wilayah Kabupaten Serang.
Bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Serang Tahun Anggaran 2026 tersebut terdiri atas 11 unit traktor dan 33 unit mesin potong rumput. Pengadaan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendukung kegiatan pertanian agar lebih efektif, efisien, dan mampu meningkatkan hasil produksi.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo, mengatakan distribusi alsintan dilakukan untuk membantu petani dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian, mempercepat pekerjaan di lapangan, serta meningkatkan produktivitas usaha tani.
Menurutnya, sebagian bantuan traktor telah didistribusikan kepada kelompok tani di Kecamatan Waringinkurung dan Kecamatan Cikande. Pemanfaatan peralatan tersebut diharapkan dapat membantu petani dalam mempersiapkan lahan sekaligus mendukung peningkatan intensitas tanam.
“Sebanyak 11 unit traktor sudah didistribusikan di wilayah Waringinkurung dan Cikande,” ujar Suhardjo.
Perkuat Dukungan Sarana Pertanian
Selain mengalokasikan anggaran daerah untuk pengadaan alsintan, DKPP Kabupaten Serang juga terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam memperluas dukungan sarana dan prasarana pertanian.
Melalui dukungan Kementerian Pertanian, Kabupaten Serang telah menerima dan mendistribusikan 60 unit pompa air berukuran 3 inci dan 4 inci. Bantuan ini diharapkan dapat membantu petani memenuhi kebutuhan air bagi tanaman, terutama ketika menghadapi keterbatasan pasokan air akibat perubahan kondisi cuaca.
Tidak hanya itu, DKPP Kabupaten Serang juga tengah menyelesaikan pembangunan irigasi pompa atau irpom di 52 titik yang tersebar di wilayah Kabupaten Serang. Program tersebut mencakup pemasangan pompa air yang dilengkapi jaringan perpipaan untuk menyalurkan air ke area persawahan.
Pembangunan irigasi pompa menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan keandalan pengairan lahan pertanian, khususnya dalam menghadapi potensi fenomena El Niño yang dapat memicu penurunan curah hujan dan meningkatkan risiko kekeringan.
Dengan dukungan traktor, mesin potong rumput, pompa air, serta pembangunan jaringan irigasi pompa, pemerintah daerah berupaya memperkuat fondasi produksi pertanian melalui penyediaan sarana yang sesuai dengan kebutuhan petani.
Ribuan Kelompok Tani Menjadi Mitra Pembangunan Pertanian
Dalam pelaksanaan program bantuan, DKPP Kabupaten Serang menerapkan mekanisme penyaluran kepada kelompok tani yang telah terdaftar dalam sistem penyuluhan pertanian. Data kelompok tani diperbarui secara berkala untuk memastikan pelaksanaan program sesuai dengan data kelembagaan petani yang tersedia.
Suhardjo menyebutkan, pada 2026 terdapat 2.177 kelompok tani dan 326 gabungan kelompok tani (gapoktan) di Kabupaten Serang. Keberadaan kelembagaan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung koordinasi, pendampingan, dan pelaksanaan berbagai program pembangunan pertanian.
Melalui kelompok tani, pemerintah dapat mendorong pemanfaatan bantuan secara lebih terorganisasi sekaligus memperkuat kerja sama antarpetani dalam mengembangkan usaha pertanian.
Penyaluran alsintan juga diharapkan dapat mendorong pengelolaan lahan yang lebih optimal. Dengan dukungan peralatan yang memadai, petani berpeluang mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pekerjaan tertentu, meningkatkan efisiensi operasional, dan mempersiapkan lahan secara lebih tepat waktu.
Dorong Peningkatan Intensitas Tanam dan Produksi Pangan
DKPP Kabupaten Serang menempatkan peningkatan produktivitas sebagai salah satu sasaran utama dalam pengembangan sektor pertanian. Pemanfaatan alsintan dan penguatan infrastruktur pengairan diarahkan untuk mendukung peningkatan intensitas tanam, terutama pada komoditas padi yang menjadi salah satu fokus pembangunan pertanian daerah.
Suhardjo menjelaskan, dukungan sarana pertanian tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan pola tanam petani, dari yang sebelumnya hanya satu kali menjadi dua kali dalam setahun, serta dari dua kali menjadi tiga kali apabila kondisi lahan, ketersediaan air, dan faktor teknis lainnya memungkinkan.
Peningkatan intensitas tanam perlu ditopang oleh pengelolaan air yang memadai, ketersediaan benih dan pupuk, pendampingan penyuluh, serta kemampuan petani dalam memanfaatkan teknologi pertanian. Karena itu, distribusi alsintan menjadi bagian dari pendekatan yang lebih luas dalam meningkatkan kapasitas produksi pangan daerah.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, penyuluh pertanian, dan kelompok tani diharapkan dapat mempercepat transformasi pertanian Kabupaten Serang menuju sistem usaha tani yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui dukungan sarana produksi dan penguatan infrastruktur pertanian, Pemerintah Kabupaten Serang melalui DKPP berkomitmen mendorong peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Pemanfaatan bantuan secara optimal diharapkan memberikan manfaat nyata bagi petani dan mendukung keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Serang.
(Advertorial)


